Aku sering tersenyum dalam diri, yang bahkan jauh tersimpan di bilik jisim buruk ini. Tersenyum dengan segala getir kodrat, dan tak seorangpun mungkin tahu betapa ironi menjalani hidup. Aku tersenyum, seakan aku tercipta bukan untuk berbuat lain, selain tersenyum. Namun ‘Maaf’ merupakan kata jitu yang mampu luluh lantakkan, bahkan lukai rasa, memaksa bungkukkan kepala dengan malu dan kagum di depan ruh mulia yang merendahkan diri, dan memohon ampunan dari masa lalu yang pahit dan menggetirkan (Elang Senja)

Ruang Hampa

Seseorang yang tengah terluka hati
tak kan ada yg menjadikannya penawar
Ketika cinta telah tumbuh dan berkembang

Waktu yang berganti hari adalah kerinduan-kerinduan
dan malam-malamnya hanyalah mengulum dingin sepi

Kau berharap ia dapat merubah pikirannya
namun hari-hari tetap saja terus menguap

Ada banyak tanya berputar-putar di kepala
dan menyesaki dada tentang mengapa ia berlalu

Kau melihat wajahnya di tiap kerumunan
mendengar suaranya
namun kau menolaknya dengan angkuh keheningan

Kau katakan dirimu akan mampu
tapi hatimu mengatakan ini salah

Ruang hampa...
Dimana kita belajar tetap hidup tanpa cinta
Seorang diri dalam ruang hampa, berteman keheningan
Ketika ia telah pergi dan kau menjadi bagian dari akhirnya

(ES-25082010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar