Langit merundung tampak keabuan
:pagi bermuram durja
bersama jantung berdetak keras
mata menangkap pesan yang menembus awan dari kejauhan
namun diri masih menolak untuk percaya
benarkah?
Rentet kalimat menyekat aorta
menggumpal di alur arteri
mungkin akan menginfeksi ke relung jiwa
Dalam selembar kisah
sebagai jamuan altar;
dengan tangan kiri menyvlam uluran gemintang
demi kesetiaan fajar menyingkapkan malam
dan tangan kanan merantai braga
dari muasal nafasku terbentuk fana
Lantas diam meraba gigil
menggantungkan satu lagi episode di udara
membiarkan angin merahimi dilema dalam samsara
berpura-pura mengerti yang akan dirasa
hingga retas mentas di detik kenyataan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar